Clippy

sabung ayam s128_s128.live_download s128 apk memberi Anda produk hiburan berkualitas tinggi dan layanan terkait dengan konsep hiburan terbuka dan menang-menang. Setiap tahun, sabung ayam s128_s128.live_download s128 apk juga mengundang selebritas di industri hiburan untuk mengadakan berbagai kuliah pertukaran hiburan bagi semua orang untuk meningkatkan kualitas pertukaran hiburan antara pemain dan perusahaan, mempromosikan saling pengertian antara satu sama lain, dan berusaha mencari terobosan pengembangan hiburan, tetapi juga bagi pelanggan Tentu hiburan perlu dipenuhi.

Seni Calung menyampaikan nilai dari empat pilar MPR

0

TRIBUNNEWS.COM-Musyawarah Rakyat Bersama Perempuan Tanah Air (MPR) menampilkan program-program seni dan budaya di Kabupaten Cianjur, menyampaikan pesan empat pilar MPR (Pancasra, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) . Caron mengusulkan budaya ini dan menyisipkan nilai-nilai dari empat pilar MPR. Pameran Budaya Bupati Cianjur dilaksanakan pada Jumat (11 November 2020) di Perkebunan Tenaga Kerja Ciloto, Pontac. Wanita Bangsa Miftahul Jannah, Sekretaris Jenderal Partai Progresif Demokratik, Departemen Pelayanan Informasi Umum Sekretariat MPR, Budi Muliawan (Budi Muliawan).

Pertunjukan budaya Kabupaten Cianjur ini menampilkan tarian Jaipur dan Karon. Seni Karon yang dipamerkan menarik perhatian wanita Indonesia. Ketiga pemain Caron membuat penonton tertawa. Di sela-sela canda para pemain Karen, keempat pilar MPR tersebut mengirimkan pesan. Seorang pemain dari Caron berkata: “Harga NKRI sudah pasti.” Cuci tangan dan jaga jarak tertentu. Selama periode ini, peserta merupakan perwakilan perempuan etnis dari 32 distrik di Kabupaten Xian’an, dengan tiga perwakilan dari tiap distrik.

“Para perempuan bangsa tidak hanya ibu, tetapi juga mengasuh anak, suami dan anggota keluarga, tetapi juga merawat para tokoh jalanan. Bahkan semua orang mengadakan unjuk rasa Taklin, karena ibu berhak mengikuti keajaiban budaya dan seni ini. Pendidikan pertama ada di tangan ibu. Oleh karena itu, nilai-nilai empat pilar MPR sangat efektif ketika ibu berkomunikasi dengan caranya sendiri, cinta ibu, dan budaya yang sudah ada di lingkungan kita.

“Melalui cinta NKRI , Para ibu paling cocok untuk ditanamkan pada generasi berikutnya, terutama keluarga, dan kemudian gereja. Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga sangat penting untuk diketahui ibu-ibu, ini sangat penting, lanjut Nant Eem Marhamah. Di Caron, ada keributan. Katanya: “Dengan sejarah, kamu bisa menyampaikan pesan kebangsaan.” -Neng Eem Marhamah mengatakan melalui budaya dan seni kita sangat senang karena budaya dan seni itu menarik. Oleh karena itu, nilai empat pilar MPR harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan. “Dengan seni kami sangat senang. Kami sangat senang. Oleh karena itu, nilai-nilai kebangsaan yang menjadi empat pilar MPR juga harus tersampaikan dengan cara yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan santun. Dikatakannya untuk itulah penyelenggaraan seni budaya. Kinerja menjadi alasan mengapa kinerja menjadi bagian dari sosialisasi empat pilar MPR. Perempuan seantero negeri berpartisipasi dalam Musyawarah Rakyat. “Karena perempuan merupakan faktor penentu dalam pembangunan atau kemunduran negara. Peradaban dunia juga ditentukan oleh perempuan. Ibu adalah sekolah anak pertama untuk anak cucu di negeri itu. “- Budi Muliawan, biasa disapa Wawwang, berharap ketika perempuan di tanah air memahami empat pilar MPR, mereka mampu menjelaskan nilai anak dengan caranya sendiri tentang empat pilar MPR di rumah.- — “Karena banyak nilai budaya transnasional yang masuk ke Indonesia dan tidak bisa dibendung. Mantan lulusan fakultas hukum Universitas Brawijaya ini menambahkan, pengasuh pertama yang menerima budaya yang tidak sejalan dengan budaya bangsa Indonesia adalah ibu negara, perempuan negara. Mereka menghargai empat pilar MPR. Mengajar dalam keluarga. “ Ibu menjadi penyebar budaya yang tidak sesuai atau tidak cocok untuk bangsa Indonesia. Para ibu dapat mengenalkan Pancasila, U UD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anaknya sejak dini. Melalui ekspresi budaya tersebut, nilai-nilai tersebut dapat dikatakan: “Keluarga dapat diinternalisasi melalui ibu”. (*)

So, what do you think ?