TRIBUNNEWS.COM-Syarief Hasan, Wakil Ketua MPR Partai Demokrat Indonesia, bertemu dengan Presiden Joko Widodo dari Republik Indonesia. Pertemuan antara para pemimpin Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia dan Presiden Yokowi diadakan pada hari Rabu di Istana Bogor (8 Agustus 2020).

Pada pertemuan ini, Presiden Konferensi Konsultasi Rakyat Indonesia, Presiden Indonesia Jokovi, membahas persiapan pelaksanaan pertemuan tahunan Konferensi Konsultasi Rakyat Indonesia. Sesi ini harus diadakan pada hari Jumat (14/8/2020). Tidak hanya itu, pertemuan ini juga membahas beberapa masalah penting yang banyak diperdebatkan di masyarakat. Siaref mempertanyakan sikap pemerintah terhadap Undang-Undang Ideologi Pancasila (RUU HIP). Memang, dalam dua bulan terakhir, UU HIP telah menerima banyak tanggapan dari publik. Bahkan, sampai Komisi Ulima Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan sikap menolak RUU HIP, organisasi sosial terbesar Indonesia, Muhammadiyah (Muhammadiyah), adalah Nadaladur Ulama (NU). Menurutnya, RUU ini hanya akan mengurangi luasnya Pancasila. Tidak hanya itu, tagihan juga mengurangi, mengurangi, dan menyimpangkan Pancasila. Ini bahkan menyebabkan polarisasi dan membuka pintu bagi ideologi lain untuk masuk ke Indonesia melalui UU HIP.
Syarief Hasan juga mendorong Presiden Jokowi untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan tegas untuk berurusan dengan RUU HIP. Syarief Hasan mengatakan: “Selama pertemuan, atas nama MPR RI, Partai Demokrat dan rakyat Indonesia, kami mendorong Presiden Jokowi untuk mengambil tindakan tegas untuk menolak dan menghentikan pembahasan RUU HIP.” – Dia juga menyarankan agar Presiden Jokowi segera mengirim surat balasan, menolak membahas hal ini RUU HIP sehingga RUU itu tidak akan dipromosikan. “Syarief Hasan di Istana Berkembang mengatakan:” Masyarakat juga perlu mengklarifikasi sikap pemerintah terhadap RUU HIP. “Menkopolhukam) berkomunikasi dengan RUU HIP pada hari Rabu (22 Juli 2020) atas nama Presiden Indonesia Sikap resmi yang relevan. Menkopolhukam akan mendengarkan proposal Partai Demokrat.
So, what do you think ?