Clippy

sabung ayam s128_s128.live_download s128 apk memberi Anda produk hiburan berkualitas tinggi dan layanan terkait dengan konsep hiburan terbuka dan menang-menang. Setiap tahun, sabung ayam s128_s128.live_download s128 apk juga mengundang selebritas di industri hiburan untuk mengadakan berbagai kuliah pertukaran hiburan bagi semua orang untuk meningkatkan kualitas pertukaran hiburan antara pemain dan perusahaan, mempromosikan saling pengertian antara satu sama lain, dan berusaha mencari terobosan pengembangan hiburan, tetapi juga bagi pelanggan Tentu hiburan perlu dipenuhi.

Hannover: Intinya adalah bahwa penyebaran Covid-19 tidak membedakan antara agama dan pekerjaan

0

Hidayat Nur Wahid, wakil presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, mengkritik Komnas HAM karena melakukan penyelidikan bias hanya terhadap umat Islam. Selain itu, investigasi juga mencakup opsi untuk menjatuhkan sanksi sosial atau denda pada Muslim yang berkumpul di masjid-masjid selama bulan Ramadhan ketika PSBB diumumkan.

Hidayat, yang juga anggota Komite Kedelapan DPR-RI, mengatakan bahwa survei ini sangat bias dan mengejar pola Islamofobia dan ketidakadilan Muslim di Indonesia. Orang-orang dengan kekayaan besar ingat bahwa virus itu bukan komunitas Muslim, tetapi Wuhan, Cina. Sebelum akhirnya mencapai Indonesia, virus menyebar ke Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara lain, yang sebagian besar bukan Muslim. Lalu lintas, pabrik, pasar, dan tempat-tempat ramai lainnya.

“Komnas HAM harus menghormati hak asasi manusia Muslim, bertindak adil, dan tidak bisa dikecilkan. Ia terus menerapkan model Islamofobia dengan menyelidiki hanya Muslim dan menuntut sanksi pada Muslim yang terus beribadah di masjid. Tetapi ia tidak meminta agama. Sanksi komunitas dan industri lainnya, jika mereka tidak menerapkan aturan yang terkait dengan Covid-19. Kemudian, penyebaran Covid-19 tidak membedakan antara latar belakang agama dan latar belakang profesional, “12/5).

Untuk menjadi adil, tinggi Individu yang memiliki kekayaan bersih dinyatakan dalam survei yang dilakukan oleh Komite Nasional bahwa survei mengacu pada aturan PSBB dalam Pasal 13 “Permenkes 9/2020”. Batasan sosial tidak hanya di masjid, tetapi juga harus berlaku untuk semua kegiatan keagamaan, kegiatan fasilitas publik, dan kegiatan sosial budaya. Dan moda transportasi.

Karena jika Komnas HAM hanya membutuhkan sanksi terhadap umat Islam yang masih beribadah di masjid, itu tidak adil dan tidak akan menjadi solusi. Jangan tanya kelompok agama lain juga. Seperti kegiatan yang dilakukan di tempat ibadah lain mungkin juga Covid-19 kelompok distribusi.

Politikus dari Fraksi PKS memberikan contoh: Penyebaran pertama Covid-19 di Jawa Barat sebenarnya dari kegiatan gereja, yaitu sidang uskup GPIB yang diadakan di Aston Bogor Hotel setiap tahun (28/2) Seminar agama GBI (3/3) di Lembang, Bandung juga diadakan di Seminari Teologi Gereja Bethel dan Gereja Surabaya di Jakarta.

Selain itu, kegiatan non-agama juga dilakukan. Misalnya, Konferensi Regional Hipmi di Jawa Barat (9/3) di Karawang dan acara di Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya, di mana terdapat 65 karyawan Covid-19 yang aktif. Baru-baru ini, Covid-19 telah menyebar di KRL, jadi meskipun Menteri Perhubungan menolak permintaan Gubernur DKI dan Gubernur Jawa Barat, itu masih berhenti beroperasi.

“Kami berharap bahwa semua kepercayaan agama, semua profesi dan semua aspek akan didisiplinkan untuk menegakkan perjanjian Covid-19 sehingga semua orang sehat dan aman dari Corona. Mereka melanggar aturan dan adil dan dengan lembut Gunakan, “selektif dan diskriminatif,” kata Hidayat.

Jadi Hidayat menyerukan penghentian ketidakadilan dan membangun Muslim dan masjid seolah-olah mereka adalah pihak yang melanggar aturan. Untuk menghukum mereka, dan hanya mereka yang merupakan propagandis Covid-19, karena hal-hal seperti ini, selain tidak konsisten dengan fakta dan gagal mencapai rasa keadilan, akan benar-benar menimbulkan kegaduhan dan kecemasan, yang akan melemahkan Kekebalan orang membuatnya mudah untuk mendaftar ke Covid -9. “Tren ini juga dapat menyebabkan kita menyimpang dari kelompok diffuser Covid-19 lainnya, seperti kegiatan kluster lainnya, yang akhirnya menjadi distribusi Covid-19. Center “, tambahnya.

Sudah diketahui bahwa Komnas HAM melakukan survei online dari 29 April hingga 4 Mei 2020. Dalam hasil survei, 99% responden tahu bahwa ibadah dilakukan di tempat-tempat ibadah. 95% responden mendengarkan notifikasi telepon. MUI dan Kementerian Agama berdoa di rumah, dan 70,8% orang yang disurvei mengatakan bahwa sanksi harus dijatuhkan pada Muslim yang terus beribadah di tempat ibadah selama bulan Ramadhan.

So, what do you think ?